
Penjabat (Pj) Bupati Mamasa, Dr. Muhammad Zain, bersama jajaran unsur pimpinan daerah secara resmi membuka rangkaian perayaan hari jadi kabupaten secara meriah.
Momen sakral yang dinantikan oleh seluruh lapisan masyarakat ini dikemas dalam agenda upacara resmi di lapangan utama kota.
Kehadiran para tokoh penting dan masyarakat menjadi penanda dimulainya momentum bersejarah peringatan HUT Mamasa ke-22.
Acara akbar yang dirangkaikan dengan pelaksanaan Apel Pagi ini menjadi titik awal dari seluruh rangkaian kegiatan yang dijadwalkan berlangsung hingga 11 Maret 2024 mendatang.
Komponen masyarakat sipil, aparat birokrasi, hingga jajaran fungsional daerah tampak memadati lokasi upacara dengan antusiasme yang sangat tinggi.
Seluruh komponen masyarakat Mamasa, termasuk pegawai Pemerintah Daerah, Forkompinda, serta tokoh agama dan adat, turut hadir untuk menyemarakkan acara ini.
Ketua panitia pelaksana, Hermin Lullulangi, dalam laporan resminya menyampaikan bahwa perhelatan tahun ini dirancang lebih inklusif dengan melibatkan sektor ekonomi kreatif lokal.
Pihak manajemen panitia juga memastikan bahwa perayaan ini tidak hanya berpusat pada seremonial belaka, melainkan menyentuh kebutuhan rill masyarakat setempat.
Oleh karena itu, berbagai persiapan matang telah dilakukan jauh-jauh hari demi menyukseskan seluruh agenda peringatan HUT Mamasa ke-22.
Ringkasan Berita
Rangkaian Acara Seni Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
Menurut Hermin, agenda perayaan tahun ini akan dipenuhi dengan berbagai atraksi seni dan pameran produk lokal yang sangat menarik bagi wisatawan.
Agenda tersebut dirancang untuk mengangkat kembali potensi pariwisata daerah yang sempat meredup pasca-pandemi beberapa tahun lalu.
Melalui koordinasi intensif antarlembaga, panitia optimistis acara ini mampu menggerakkan roda perekonomian dari hulu ke hilir secara masif dalam sepekan ke depan.
Mulai dari Kirab Budaya, Pameran UMKM Kerajinan Mamasa, Bazar Kuliner Mamasa, hingga Pagelaran Busana Mamasa, dan berbagai perlombaan rakyat lainnya akan memeriahkan suasana.
Selain itu, panitia juga menyediakan ruang khusus bagi para perajin tenun ikat tradisional untuk memamerkan karya terbaik mereka kepada publik luas.
Semua elemen hiburan rakyat ini sengaja dihadirkan demi memperkuat partisipasi aktif warga dalam menyambut peringatan HUT Mamasa ke-22.
Salah satu highlight acara adalah pasar murah yang akan digelar di pasar Barra’-Barra, menawarkan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati produk lokal dengan harga terjangkau.
Kehadiran pasar murah ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi domestik sekaligus menstabilkan harga bahan pokok di tingkat pedagang eceran.
Komoditas yang dijual pun telah disubsidi oleh pemerintah daerah sebagai bentuk kepedulian nyata di hari jadi kabupaten.
Sementara itu, Pj Bupati Mamasa, Dr. Muhammad Zain, dalam pidato sambutannya menekankan pentingnya reformasi birokrasi yang berdampak langsung pada masyarakat.
Zain mengimbau seluruh jajaran kepala dinas dan staf untuk merefleksikan kembali capaian pembangunan yang telah diraih selama dua dekade terakhir.
Menurutnya, momentum peringatan HUT Mamasa ke-22 harus dijadikan fondasi awal dalam merumuskan arah kebijakan strategis daerah.
Menuju “The New Mamasa” yang Transparan dan Akuntabel
Zain menekankan pentingnya menjadikan gagasan “The New Mamasa” sebagai tonggak utama untuk mendorong perubahan yang lebih baik di segala sektor kehidupan.
Konsep visi ini bukan sekadar slogan kosmetik, melainkan sebuah peta jalan integratif untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif.
Zain menuturkan, Kabupaten Mamasa yang baru harus mampu memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kualitas kerja demi kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan yang penuh kebahagiaan itu, Zain juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas partisipasi dalam proses demokrasi yang berjalan damai.
Stabilitas politik dan keamanan wilayah merupakan modal utama yang sangat mahal dalam mengeksekusi program pembangunan jangka menengah maupun panjang.
Tanpa adanya sinergi yang harmonis antara rakyat dan pemerintah, maka target kemajuan daerah akan sulit dicapai secara optimal.
Di sisi lain, tata kelola keuangan daerah juga menjadi sorotan utama dalam pidato kebangsaan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Mamasa tersebut.
Selain itu, Zain juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas sebagai ASN di lingkungan pemerintah kabupaten.
Setiap aparatur sipil negara dituntut untuk menjaga integritas moral dan menjauhi segala bentuk praktik penyimpangan anggaran yang merugikan negara.
Lebih lanjut, Zain menyebutkan, tema kegiatan tahun ini, yaitu “Mamasa Mamase, Bangkit Lebih Kuat”, mencerminkan semangat bersama untuk memperkuat identitas lokal dan menghargai warisan budaya.
Slogan filosofis tersebut diambil dari nilai luhur yang mengajarkan kasih sayang, solidaritas, dan ketangguhan mental dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Nilai-nilai inilah yang mendasari pentingnya gaung peringatan HUT Mamasa ke-22 di tengah arus modernisasi.
Zain menegaskan bahwa menjaga keterhubungan dengan leluhur dan menghargai nilai-nilai luhur merupakan aspek penting dalam membangun kekuatan kolektif daerah.
Kehilangan jati diri budaya lama-kelamaan akan membuat sebuah peradaban lokal kehilangan arah di masa depan yang serbadigital ini.
Menurut Zain, pesan-pesan leluhur yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal harus terus dipegang teguh dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
“Sebagai landasan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ucapnya di hadapan ribuan peserta upacara.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk mengintegrasikan nilai kearifan lokal ke dalam kurikulum pendidikan formal di sekolah-sekolah dasar hingga menengah.
Langkah ini dinilai strategis agar generasi muda tidak melupakan akar sejarah dan adat istiadat tanah kelahiran mereka sendiri.
Melalui sinergi pendidikan formal, esensi nilai dari peringatan HUT Mamasa ke-22 akan tertanam kuat di sanubari anak cucu.
Zain menambahkan, perayaan kemerdekaan daerah ini diharapkan dapat menjadi titik awal dari perubahan positif dan kemajuan yang berkelanjutan bagi Mamasa.
Perubahan tersebut memerlukan konsistensi kerja keras dari seluruh elemen, mulai dari level desa hingga ke tingkat pimpinan wilayah tertinggi.
Dengan demikian, target pengentasan kemiskinan dan pembenahan infrastruktur jalan antarwilayah dapat segera terealisasi dengan cepat dan merata.
Melalui perayaan ini juga, diharapkan masyarakat Mamasa akan semakin termotivasi untuk terus mempertahankan dan mengembangkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang menjadi ciri khas daerah ini.
Kebanggaan kolektif yang muncul dari festival kebudayaan ini diharapkan melahirkan inovasi baru tanpa merusak tatanan sosial yang ada.
Semangat kebersamaan inilah yang menjadi motor penggerak utama kesuksesan peringatan HUT Mamasa ke-22.
Dengan begitu, Kabupaten Mamasa akan tetap menjadi sumber inspirasi bagi generasi mendatang, mewariskan kebanggaan dan kekuatan yang tak ternilai harganya.
Sejarah panjang perjuangan pembentukan kabupaten ini harus terus diingat sebagai bahan bakar pembakar semangat pengabdian tanpa batas bagi daerah tercinta.
Seluruh elemen bangsa di wilayah ini wajib mengawal transisi pembangunan menuju masa depan emas yang dicita-citakan bersama lewat peringatan HUT Mamasa ke-22.





